Frontliner yang menyerap kedatangan
Pantheon ingin W pertamanya membuka target yang bisa dieksploitasi. Frontliner yang bisa menyerap atau menunda kontak itu mematahkan logika ini. Rammus dan Gragas tidak mudah memberikan konversi cepat yang dicari Pantheon: mereka bisa menyerap burst, mengganggu jalurnya, atau membalikkan engage dengan crowd control. Masalah bagi Pantheon bukan hanya kurangnya damage, tapi kehilangan timing. Jika ia menggunakan W pada target yang selamat dan kemudian harus menghabiskan E untuk menghindari hukuman, timnya seringkali tidak mendapatkan kill, tidak ada objektif, dan tidak ada keunggulan posisi.
Bagaimana champion beradaptasi. Pantheon harus menghindari memulai pada target ini kecuali timnya bisa membunuh mereka segera. Ia seharusnya mencari sudut samping, memaksa spell defensif, atau menggunakan Grand Starfall untuk mencapai garis belakang daripada menabrak dinding depan.
Duelist dan bruiser yang memperpanjang trade
Pantheon unggul dalam rotasi pertama yang singkat, tetapi ia tidak menyukai champion yang tetap bersentuhan setelah burst-nya. Darius, Jax, dan Wukong dapat menghukum batasan itu dengan cara yang berbeda: daya tahan dari waktu ke waktu, ancaman balasan setelah stun, atau kemampuan membuat masuknya Pantheon tidak bersih. Jika Pantheon tidak menciptakan keunggulan menentukan dengan W→Q, ia seringkali harus mundur atau menggunakan E terlalu dini. Dalam jenis matchup ini, lawan tidak hanya mencoba menghindari pukulan pertama; mereka mencoba bertahan cukup lama agar Pantheon kehilangan tekanannya.
Bagaimana champion beradaptasi. Pantheon harus memainkan matchup ini melalui timing, bukan ego. Ia mencari keunggulan lane, keunggulan jumlah, atau spell musuh yang sudah terpakai. Jika ia masuk sendirian ke duel berkepanjangan tanpa objektif di baliknya, ia memberikan champion-champion ini pertarungan yang mereka inginkan.
Jungler mobile yang menghukum celah yang terlewat
Pantheon terlihat sangat andal karena W-nya yang tertarget, tetapi ia menjadi rentan ketika celah itu tidak menghasilkan konversi yang bersih. Lee Sin, Vi, dan Kha’Zix dapat menantang timing-nya, merespons di lane lain, atau menghukum posisinya setelah engage. Mereka tidak selalu ingin mengambil pertarungan frontal yang sama dengannya; mereka lebih suka bermain di sekitar cooldown pertamanya, E arahnya, dan rute prediktablenya menuju level 3 atau objektif. Jika Pantheon kehilangan tempo, jungler ini dapat mengubah agresinya menjadi defisit farm, kehilangan vision, atau counter-gank.
Bagaimana champion beradaptasi. Pantheon harus mengamankan vision sebelum bergerak dan menghindari gank yang terlalu jelas. Melawan jungler ini, setiap masuk perlu alasan yang jelas: prioritas lane, target tanpa mobilitas, atau objektif segera setelah permainan.